Sabtu, 21 April 2012

Modifikasi Sepeda Roda 3 untuk Tandem


Bismillahirrahmanirrahiym...

Seiring berjalannya waktu, kakak dan adik tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas, lincah, periang, dan bersemangat. Senang sekali melihat mereka belajar dan bermain bersama. Adik lebih cepat berkembang dengan meniru kakaknya. Mulai dari merangkak, berjalan, berlari, hingga bersepeda. Semua dilakukan bersama.
Satu hal yang menambah seru kebersamaan itu… saat mereka “berantem”Kadang sedih, gemes, dan emosi melihat mereka berebut mainan, berebut perhatian, teriak-teriak, saling pukul… waduh… tapi itulah dunia anak-anak, justru serunya disitu.

Baru-baru ini mereka berdua punya kegemaran baru, bersepeda! Banyak anak-anak komplek yang berkumpul didepan rumah atau banjar (rumah kami sebelah banjar). Komplek ini lagi demam sepeda fixi dan lipat. Kakak dan adik pun suka bergabung, meskipun yang lain sudah usia SD keatas. Namun sayang karena sepeda roda tiga yang kami punya hanya ada satu… sudah pasti, berebutKakak merasa itu sepedanya, adik juga merasa berhak atas sepeda itu. Maunya bersenang-senang dan ikut tren (meski cuma roda tiga) tapi mesti melalui satu alur drama yang seru. Kalau tidak kakak yang nangis, ya adik yang nangis… gantian.

Kamis, 22 Desember 2011

Ad-dien – Guru Kematian


Materi ta’lim
: Ad-dien – Guru Kematian
Tausyiah
: ust. Hero
Waktu
: 22 Desember 2011, ba’da Isya’

Bismillahirrahmanirrahiym...

Ta’lim malam ini diisi oleh ustadz Hero, karena ustadz Hasan sedang ada kesibukan di Singaraja. Dalam mengawali tausyiahnya, beliau menjelaskan pendapat Ibnu Mas’ud mengenai kategori orang yang bertaqwa.
Dalam kajian ini tidak banyak materi yang dapat saya tulis, karena lebih asyik mendengarkan gaya ceramahnya. Akibatnya catatan berikut ini sedikit membingungkan karena bolong disana-sini. Berdasarkan sedikit coretan yang ada, Ibnu Mas'ud menjelaskan siapa saja orang yang bertaqwa, yaitu:

Kamis, 08 Desember 2011

Ad-dien – Kewajiban suami dalam menjaga keluarga



Materi ta’lim
: Ad-dien – Kewajiban suami dalam menjaga keluarga
Tausyiah
: ust. Thohir
Waktu
: 8 Desember 2011, ba’da Isya’

Bismillahirrahmanirrahiym...

Salah satu tilawah yang dibaca dalam ta’lim kali ini adalah surat At-Tahrim ayat 6









Secara garis besar ayat tersebut berisi perintah atau kewajiban para suami untuk menjaga keluarganya. Menjaga dari ancaman api neraka dengan membekali pemahaman dan pengamalan ajaran-ajaran Islam. Menjaga dari ancaman atau tantangan kehidupan dunia dengan membekali pendidikan dan pelajaran yang baik untuk menghadapi hari esok.

Ibnu Abbas mengatakan: “Laksanakan amal untuk taat pada Allah dan tinggalkan maksiat pada-Nya. Suruhlah anakmu dan keluargamu untuk berdzikir dan berdo’a kepada-Nya. Sehingga Allah menyelamatkanmu dan keluargamu dari api neraka”.

Al Ghodoha: adalah kewajiban setiap muslim untuk mengajari, mendidik istri dan anak-anaknya, serta sanak kerabatnya dengan pengajaran yang baik. Agar mereka taat pada Allah untuk meninggalkan maksiat, dan itulah jalan terbaik untuk menjauhi api neraka.
.: Seruan ini berlaku pada setiap orang yang beriman.
Dalam ayat diatas disebutkan bahwa setiap orang yang beriman diperintahkan untuk menjaga keluarganya dari api neraka. Lalu, siapakah keluarga yang dimaksud?


Kamis, 28 Juli 2011

Ad-dien – Iman


Materi ta’lim
: Ad-dien – Iman
Tausyiah
: ust. Hasan Al-Idrus
Waktu
: 28 Juli 2011, ba’da Isya’

Bismillahirrahmanirrahiym... 

Seperti biasa dalam mengawali kegiatan ta’lim ad-dien (belajar agama) ihwafillah (saudara laki-laki yang berjuang di jalan Allah) sekalian melakukan sholat Isya’ berjama’ah. Dalam rangkaian belajar sholat berjama’ah ini sudah ditentukan siapa yang bertugas sebagi muadzin dan imam secara bergiliran. Selesai sholat dilanjutkan dengan pembukaan dan tilawah. Salah satu ayat al-qur’an yang dibaca adalah surat Al-Baqarah ayat 177.

Sabtu, 22 Januari 2011

Seragam petugas yang mengecoh


Judul
: Seragam petugas yang mengecoh
Tempat
: Pangkalan transportasi umum Ubung, Denpasar
Waktu
: 22 Januari 2011, 10.00 WITA

Bismillahirrahmanirrahiym...

Sebenarnya takut-takut berani menuliskan pengalaman kali ini, berkaca pada kasus Prita yang mesti dipenjara karena pencemaran nama baik. Setelah menimbang ini dan itu, diputuskan untuk tetap nge-blog dengan dasar kebebasan berekspresi (bukankah ini pusaka andalan?) Tapi tetap saja ane kemringet, jedag-jedug nulisnya, lha wong penerapan hukum dinegeri ini berstandar ganda (gak hanya SNI aja ) dan petugasnya pun bekerja penuh dedikasi, layaknya abdi dalem yang selalu “sendika dawuh” (katanya sih, siapa saja bisa jadi sendika kalau punya duit)