Judul | : Diujung maut… (untuk kesekian kalinya) |
Tempat | : Cubicle Sanur office |
Waktu | : 16 Mei 2012, 16:15 WITA |
Bismillahirrahmanirrahiym...
Ya… kesekian kalinya… diuji oleh Allah SWT dengan menghentikan nikmat-Nya meski beberapa detik saja. Ujian itu masih tak sebanding dengan banyaknya nikmat yang telah dilimpahkan. Satu diantaranya nikmat menghirup udara dengan bebas, tanpa biaya, dan sepuasnya.
Pengalaman ini bukan yang pertama kali terjadi. Kemarin hari Rabu sore setelah sholat Ashar, beberapa saat setelah menikmati “camilan” sore, mendadak perut terasa berontak. Rasanya ada suatu cairan yang mengalir naik ke tenggorokan… sedikit pahit dan panas. Seketika itu pula tersedak… berusaha untuk batuk dan mengatur nafas…. Tapi apa daya, hidung mampet karena pilek mempersulit usaha untuk menarik nafas. Alhasil dengan susah payah, berat, dan sesak berusaha untuk menarik nafas. Bisa dibayangkan ekspresi saat itu, layaknya orang dicekik… diiringi suara “menyeramkan” orang yang susah bernafas: “uuugh….”




