Sabtu, 22 Januari 2011

Seragam petugas yang mengecoh


Judul
: Seragam petugas yang mengecoh
Tempat
: Pangkalan transportasi umum Ubung, Denpasar
Waktu
: 22 Januari 2011, 10.00 WITA

Bismillahirrahmanirrahiym...

Sebenarnya takut-takut berani menuliskan pengalaman kali ini, berkaca pada kasus Prita yang mesti dipenjara karena pencemaran nama baik. Setelah menimbang ini dan itu, diputuskan untuk tetap nge-blog dengan dasar kebebasan berekspresi (bukankah ini pusaka andalan?) Tapi tetap saja ane kemringet, jedag-jedug nulisnya, lha wong penerapan hukum dinegeri ini berstandar ganda (gak hanya SNI aja ) dan petugasnya pun bekerja penuh dedikasi, layaknya abdi dalem yang selalu “sendika dawuh” (katanya sih, siapa saja bisa jadi sendika kalau punya duit)

Senin, 27 September 2010

Ketika suami mendampingi istri berjihad...

Bismillahirrahmanirrahiym...


 “Ya Allah dengan segala kesempurnaan kalimat-MU, aku mohon perlindungan untuk anakku dengan kalimah-kalimah Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, dari gangguan semua binatang, dan dari gangguan pandangan mata yang dapat membawa akibat buruk kepada apa yang dilihatnya”.

Alhamdulillah… segala puji syukur tak henti-hentinya terus terucap atas berkah rahmat Allah SWT yang telah terlimpah selama ini.

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana rasanya melalui detik-detik menegangkan menjadi seorang ayah baru (lagi). Dulu saat anak pertama lahir tidak bisa mendampingi, hanya bisa mendengar cerita bagaimana prosesnya. Jadi saat akan mendampingi kelahiran anak kedua muncul banyak pertanyaan dan bayangan-bayangan seperti:

Sabtu, 09 Mei 2009

Kembali pada Al-qur’an dan As-sunnah


Bismillahirrahmanirrahiym...

Melanjutkan program digitalisasi catatan, kali ini dengan menuliskan pengalaman saat masih tinggal di Kuta. Tulisan ini adalah sekelumit catatan saat mengikuti pengajian di masjid Nurul Huda (patung kuda). Yang menjadikan pengajian ini istimewa karena dibimbing oleh ustadz Mizan. Pimpinan salah satu pondok pesantren di Lombok, yang datang ke Bali disaat-saat tertentu saja.

Lebih lanjut mengenai ustadz Mizan, beliau adalah lulusan terbaik diangkatannya saat menimba ilmu di Madinah. Tutur bahasanya santun, lembut, namun penuh ketegasan. Saat menjadi imam, beliau tidak akan memulai sholat sebelum memastikan semua shaf sudah sempurna (lurus - tungkai tepat didepan garis, telapak kaki tidak seperti huruf v, rapat - pundak saling bersentuhan, mata kaki terlihat - tidak tertutup celana/sarung). Bukan hanya shaf terdepan saja yang diperiksa, namun berkeliling menginspeksi seluruh shaf yang ada. Bacaan qur’an-nya syahdu, membuat hati bergetar, jiwa menjadi tenang. Berikut adalah tausyiah yang beliau sampaikan.

Kamis, 19 Februari 2009

Humaira Azmi Sulthony


Nama
: Humaira Azmi Sulthony
Lahir
: Kamis Pon, 19 Februari 2009 M / 23 Shofar 1430 H
Waktu
: Pukul 07:35 WIB
Tempat
: Rumah bersalin Ny. Hariyati, Jl. Siberut – Ponorogo

Bismillahirrahmanirrahiym...

Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Allah telah memberi amanat kepadaku anak perempuan yang kutandai dengan nama Humaira Azmi Sulthony. Yang akan kupanggil Aira.

Semoga menjadi anak yang sholihah yang dapat membawa kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga dunia – akherat.

Apa arti sebuah nama?

Jumat, 13 Juni 2008

Prinsip Da’wah – Pemahaman surat Al-Maa’uun


Materi liqo’
: Prinsip Da’wah – Pemahaman surat Al-Maa’uun
Tausyiah
: ust. Wahyudi Dwi Sasongko
Waktu
: 13 Juni 2008, ba’da Isya’ (waktu hanya perkiraan, tidak ada dalam catatan)

Bismillahirrahmanirrahiym... 

Materi diawali dengan sedikit cerita mengenai kebiasaan KH. Ahmad Dahlan ketika menjadi imam di pesantrennya. Dalam setiap sholat yang bacaannya dibaca keras, beliau selalu membaca surat Al-Maa’uun pada salah satu raka’at. Hal ini menggelitik santrinya untuk bertanya, “… bukankah banyak surat-surat pendek yang lain, kenapa selalu Al-Maa’uun?” (kira-kira seperti itu pertanyaannya)
Pada suatu kesempatan beliau menjelaskan pada santrinya kenapa selalu membaca surat itu. Latar belakangnya adalah pesan yang terkandung didalamnya. Berikut sedikit pembahasan mengenai surat Al-Maa’uun.